Igor Girkin, tokoh pemberontak pro Rusia yang mengklaim dirinya sebagai menteri dari Republik Rakyat Donetsk sesumbar bahwa pihaknya yang telah menembak jatuh pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines di wilayah udara perbatasan Ukraina.
Melalui akunnya di laman VK.com (Facebook versi Rusia), menteri yang menggunakan nama Igor Strelkov itu menulis. “Kami telah mengingatkan Anda, jangan terbang di langit kami.”
Anehnya, dia mengira yang ditembak oleh pasukannya adalah pesawat milik Ukraina. “Sebuah pesawat telah dibuat jatuh di area sekitar Torez,” tulisnya lagi.

“Ini adalah video yang membuktikan ‘burung’ lain telah jatuh. ‘Burung’ itu tidak jatuh di permukiman, jadi tidak ada orang yang tidak bersalah terluka,” tulis Strelkov lagi.
Namun, seperti dikutip Mashable.com, Strelkov menghapus sesumbarnya itu setelah mengetahui pesawat yang jatuh adalah pesawat komersial berpenumpang 295 orang.
Saat petinggi lain dari kelompok ini dikontak, Alexander Borodai malah membantah pihaknya berada di balik penembakan. “Kami tidak punya senjata seperti itu (untuk menembak jatuh pesawat).” ujarnya langsung menutup telepon.
big
Sosok Igor Strelkov ramai disebut oleh media-media Eropa, khususnya di Ukraina. Hal itu terjadi karena beredar transkrip rekaman pembicaraan yang diyakini salah satunya adalah suara pemimpin separatis Ukraina yang pro-Rusia ini. Nama Strelkov dibicarakan karena dia disebut tertawa setelah pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di perbatasan Ukraina-Rusia.
Situs berita BBC pernah melansir informasi terkait dengan pemberontak di Kota Donestsk tersebut. Igor Strelkov diketahui memiliki nama asli Igor Girkin, kelahiran Moskow tahun 1970. Dia juga diketahui merupakan perwira militer yang berpangkat kolonel. Dalam sebuah e-mail yang tidak diverifikasi, Strelkov tercatat masih bertugas di dunia intelijen pada Maret 2014.
Meski begitu, media Rusia juga menyebutkan bahwa Strelkov sudah resmi pensiun dari tugasnya di Dinas Intelijen Rusia (FSB). Sebelumnya dia tercatat bekerja pada Direktorat Pemberantasan Terorisme Internasional FSB. Dia pun diketahui memiliki ketertarikan yang besar terhadap sejarah, khususnya sejarah militer dan pertempuran.
Sebagian besar kariernya dihabiskan dalam dunia intelijen, yakni bersama FSB dan Badan Intelijen Militer Rusia (GRU). Namun media lokal Rusia menyatakan Strelkov merupakan perwira intelijen di FSB. Dia sudah malang melintang dalam berbagai peristiwa dunia sebagai intelijen.
Saat konflik Ukraina-Rusia 2014 yang berbuntut bergabungnya Crimea ke Moskow, Strelkov memiliki peranan yang cukup vital. Dia diketahui membentuk kelompok milisi yang berisi relawan, tapi memiliki pengalaman militer. Relawan yang direkrut itu sebagian besar pernah terlibat dalam operasi militer Rusia di Chechnya, Yugoslavia, Irak, dan Suriah.
Dia mengakui berperan dalam lepasnya Crimea dari Ukraina lewat sebuah wawancara dengan Komsomolskaya Pravda, salah satu koran Rusia. Media Rusia itu juga memuat pernyataan Vyacheslav Ponomarev, pemberontak separatis Ukraina, bahwa Igor Girkin dan Igor Strelkov merupakan orang yang sama.
Sebelum krisis Ukraina, Strelkov juga diketahui ikut terlibat dalam konflik di Yugoslavia. Perannya sebagai relawan itu turut memiliki andil hingga negara Balkan tersebut pecah menjadi beberapa negara pada awal tahun 1990-an. Dia pun juga pernah mengabdi untuk Rusia di Chechnya tahun 1999-2005. Berkat kelihaiannya itulah Chechnya gagal memisahkan diri dari Rusia.
Adapun sebelumnya maskapai Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh di sebelah timur Ukraina. Pesawat jenis Boeing 777 itu dilaporkan jatuh di antara wilayah Rusia dan Ukraina. Sebanyak 295 orang yang berada di dalam pesawat itu dilaporkan tewas, termasuk 12 warga negara Indonesia.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menuntut keadilan bagi mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 yang jatuh di wilayah timur Ukraina pada Kamis sore, 17 Juli 2014.

Namun, Najib belum bisa memverifikasi apa yang menyebabkan pesawat Boeing 777-200 itu mengalami kecelakaan saat berangkat dari Amsterdam, Belanda, ke Kuala Lumpur, dan tidak memberikan panggilan darurat.
Najib mengatakan jika terbukti benar bahwa pesawat yang membawa 295 penumpang itu ditembak misil, ia meminta keadilan yang seadil-adilnya, “Kami akan menuntut pelaku dan harus cepat diproses ke pengadilan,” kata Najib.
Ukraina menuduh kelompok “teroris” militan yang berjuang di timur Ukraina dengan Rusia yang menembak pesawat itu. Namun, para pemberontak membantahnya dan menolak untuk bertanggung jawab.
“Sebuah tim internasional harus memiliki akses penuh ke lokasi kecelakaan dan tidak ada yang boleh masuk ke area itu atau memindahkan puing-puing apapun, termasuk kotak hitam,” kata Najib.
Malaysia Airlines mengatakan pengendali lalu lintas udara sempat kehilangan kontak dengan MH17 saat melewati Ukraina timur ke arah perbatasan Rusia. Data penerbangan menunjukkan pesawat itu sempat berada di ketinggian 33 ribu kaki (10.000 meter) dari lokasi “berbahaya” di Ukraina sebelum menghilang. “Ini adalah hari yang sangat tragis di dalam tahun yang tragis untuk Malaysia,” kata Najib.

Daftar manifes penumpang maskapai Malaysia Airlines MH17 yang ditembak rudal di langit Ukraina, Kamis (17/7/2014), waktu setempat, sudah diketahui. Ada 11 orang Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam pesawat tersebut.

Dikutip dari Reuters, ada 280 penumpang dan 15 kru kabin di dalam pesawat MH17 tersebut.
Diketahui, warga Belanda merupakan penumpang tewas terbesar dalam tragedi itu dimana dari 283 penumpang dan awak kabin yang tercatat dalam manifest penerbangan pesawat Boeing 777 itu, sedikitnya 154 warga Belanda dipastikan.

Wakil Presiden Senior Malaysia Airlines, Huib Gorter, melansir jumlah penumpang yang ada di dalam pesawat itu.

Adapun kewarganegaraannya adalah sebagai berikut:

Warga Belanda 154
Warga Australia 27
Warga Malaysia 23
Warga Indonesia 11
Warga Inggris 6
Warga Jerman 4
Warga Filipina 3
Dan 1 orang dari Kanada.

(dikutip dari berbagai sumber)