Kata Madura Go Internasional

Ketika saya magang kerja di salah sebuah kelompok tani tembakau cerutu di daerah Jember, ada beberapa hal yang membuat saya takjub. Bukan dari anehnya pekerjaan, tetapi beberapa kosakata daerah yang telah menjadi kata penting dalam tahap-tahap pekerjaan di bidang pertembakauan.

Saat di areal pertanian atau sawah saya menemui istilah gam-gam, polong dan koseran. sedangkan di gudang pengolah saya mendengar beberapa kata seperti bir-bir dan gerbei. Setelah bertanya-tanya barulah saya tahu bahwa kata-kata itu berasal dari kosa kata bahasa Madura. Sebagian besar pekerja di sektor ini memang berasal dari Madura.

Gam-gam artinya membersihkan tanah dari batang padi atau kotoran lain. Polong adalah memetik daun tembakau yang cukup tua, sedangkan Koseran bermakna daun tembakau paling bawah atau dekat tanah. Bir-bir berarti membuka lembaran daun setelah pelemasan atau fermentasi. Gerbei merujuk pada mengibaskan lembaran daun agar kotoran berupa debu atau yang lainnya hilang.

Iseng-iseng saya mengusulkan pada pendamping lapangan saya agar kata-kata itu dicari bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia. Menurut saya, agar internasional. Eh, pendamping lapangan saya malah menjawab, orang-orang Eropa misalnya, Jerman, Belanda, dan Swiss yang membeli bahan baku cerutu asal Jember telah menulis literaturnya dengan kata-kata itu.

Ternyata, istilah-istilah dari bahasa Madura itu sudah mendunia.

(M.Sholeh,STP,Jember.dari INTISARI juli 2002)