(nasional.jurnas.com) SEBANYAK 32 pemain yang dipanggil untuk mengikuti proses seleksi timnas U23 yang dipersiapkan mengikuti ajang SEA Games 2011 di Palembang November mendatang, kemarin sudah mulai menjalani latihan fisik di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Latihan dipimpin langsung pelatih kepala Rahmad Darmawan.

Sebetulnya, jumlah keseluruhan pemain yang dipanggil mengikuti seleksi timnas berjumlah 47 pemain, namun belum semuanya hadir lantaran berbagai persoalan. Seperti adanya kewajiban yang harus diselesaikan pemain dengan membela klubnya masing-masing di ajang kompetisi baik di Liga Super Indonesia (LSI), Divisi Utama, dan Liga Primer Indonesia (LPI).

“Memang di antara mereka belum bergabung karena masih ada kewajiban membela klubnya. Tapi kami tetap berkomunikasi, juga dengan pelatih mereka. Bagi yang sudah bergabung, hasil tes ini dan juga tes kesehatan kemarin akan dijadikan bahan penilaian lolos tidaknya mereka,‘ujar Rahmad kepada wartawan di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Kamis kemarin.

Dalam melakukan seleksi Rahmad menyatakan bahwa dirinya tak akan membedakan antara pemain yang tergabung di LSI ataupun LPI. “Kami akan melihat kemampuan seluruh pemain baik yang bermain di ISL maupun LPI berdasarkan kebutuhan tim bukan berdasarkan faktor lain, mereka memiliki kesempatan yang sama,‘ ujar pelatih yang biasa disapa RD ini.

Rencananya pada hari ini, pasukan Garuda Muda akan bertolak ke Batujajar, Kabupaten Bandung untuk menjalani program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yakni mengikuti kegiatan character building. Kegiatan tersebut berupa program dan kegiatan ala militer di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), milik Kopassus TNI-AD pada 7-21 Mei mendatang.

Character building adalah program unggulan Satlak Prima untuk mencapai prestasi tertinggi di SEA Games nanti. Walaupun hubungannya sangat sedikit dengan sepak bola, character building menjadi bagian dari seleksi tahap pertama timnas U23.

Program yang mengacu pada pelatihan Kopassus ini, mengedepankan disiplin waktu, fokus, dan mental, dan hal-hal itu pula yang menjadi poin bagi tim pelatih untuk menyusutkan jumlah 46 menjadi 30 pemain. “Di Batujajar, kegiatan timnas memang jauh sepak bola. Disiplin waktu dan mental individu pemain yang dikedepankan program itu pun menjadi penilaian bagi tim pelatih untuk melakukan seleksi tahap pertama,‘ ujar asisten pelatih timnas, Widodo C Putro di tempat yang sama.

Rahmad pun menjelaskan lebih jauh mengenai proses seleksi tahap pertama timnas U23 ini bahwa salah besar bila hanya character building yang menjadi ajang untuk menyeleksi 30 pemain. “Tes kesehatan dan fisik yang dijalani mereka sejak hari pertama berkumpul di Jakarta pun menjadi indikator kami untuk menentukan siapa saja pemain yang lolos seleksi pada tahap pertama ini,‘ ujar Rahmad yang juga berprofesi sebagai anggota TNI-AL berpangkat Mayor ini.

Sejak berkumpul Selasa (3/5) lalu, para pemain memang menjalani tes kesehatan dan fisik yang dikoordinasi oleh Satlak Prima. Selain diperuntukkan sebagai data awal, tes kesehatan dan fisik yang akan dilakukan setiap 3 bulan sekali itu pun mempunyai batas minimal dan maksimal yang memengaruhi penilaian tim pelatih untuk melakukan seleksi tahap pertama timnas U23.

“Satlak Prima pasti melaporkan hasil tes kesehatan dan fisik yang dijalani timnas U23, bahkan perkembangan mental dan penilaian-penilaian lain selama character building berlangsung pun dilaporkan. Hal itu berguna bagi tim pelatih untuk seleksi tahap pertama yang dijalani timnas U23. Karena setiap indikator, kami mempunyai nilai minimal dan maksimal,‘ jelas wakil Ketua bidang pelatihan Satlak Prima, Andri Paranoan.

Sementara itu pemain naturalisasi yang bermain untuk Persema Malang, Kim Jeffry Kurniawan mengatakan bahwa dirinya agak sedikit “ngeri‘ mendengar cerita tentang ketatnya penerapan disiplin saat program character building timnas di pusdik oleh pasukan elite Indonesia ini.

“Saya juga sedikit takut dengar cerita pelatnas Batujajar. Karena saya dengar di sana ketat sampai disuruh bangun sejak jam 4 pagi. Saya kira itu gendeng (gila),‘ ujar Kim yang mulai lancar berbahasa Indonesia tersebut seraya tertawa.

Namun demikian dirinya senang bisa dapat bergabung ke untuk memperkuat timnas Indonesia. “Tentu saya senang bisa berada di sini. Tapi saya tidak kenal banyak orang. Hanya Andik (Vermansyah) dan Irfan (Bachdim). Tapi sejauh ini mereka cukup menyenangkan,‘ ujarnya.