Banyak cara untuk mengurangi pembusukan makanan. Beberapa cara tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pendinginan
Makanan dimasukkan ke dalam tempat yang bersuhu rendah sehingga bakteri tidak dapat hidup dalam suhu tersebut. Misalnya makanan dimasukkan ke dalam lemari es. supaya ikan tetap segar para nelayan menyimpan dalam bak yang berisi balok-balok es. Pendinginan

b. Pemanasan
Bakteri tidak dapat hidup di suhu tinggi(panas). Pemanasan yang berlebihan dapat mengurangi kandungan gizi makanan. Oleh sebab itu, dilakukan pasteurisasi, yaitu memanaskan makanan secukupnya sehingga bakteri mati , makanan tetap bergizi sesuai kandungannya(tidak rusak).

c. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur di panas matahari. Ikan dikeringkan menjadi ikan asin. Selain kering diberi garam akan lebih tahan lama. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan mesin pengering. Padi, cengkih, tepung tapioka, roti dikeringkan agar tidak membusuk dan tahan lama. pengeringan

d. Diasinkan atau dimaniskan
Makanan yang diawetkan dengan bahn kimia garam atau gula menjadi asin, sehingga bakteri tidak dapat berkembang dengan cepat di tempat asin atau terlalu manis.

e. Pengasapan
Makanan yang biasa diawetkan dengan pengasapan adalah daging atau ikan. Pengasapan dilakukan agar daging atau ikan menjadi tahan lama.

f. Diberi bahan kimia sebagai pengawet makanan
Bahan kimia yang digunakan sebagai zat adiktif berguna untuk membunuh bakteri yang terdapat dalam makanan. Akibat yang kurang baik dari penggunaan bahan kimia bagi tubuh adalah berbahaya, dan kurang baik bagi kesehatan. Maka kurangi penggunaan bahan pengawet dari bahan kimia.

g. Penyinaran
Penyinaran yang dimaksud adalah dengan menggunakan sinar radioaktif. Sinar radioaktif yang menembus makanan yang menyebabkan bakteri mati. Resiko yang kurang baik bagi tubuh adalah sinar radioaktif merusak jaringan tubuh. Bagi makanan sinar radioaktif dapat mengurangi bahkan menghilangkan gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Makanan yang telah diberi bahan pengawet kimia lebih tahan lama jika dibandingkan dengan pengawet alami yang berasal dari tumbuhan. Ikan yang dikaleng sudah diberi bahan makanan tambahan (Zat Adiktif), Jika makan makanan dalam kemasan kaleng atau plastik perlu dilihat dulu tanggal kadaluwarsa, yaitu batas waktu kelayakan makanan tersebut dikonsumsi secara aman.